Siang bloggers sekalian,
sekali lagi saya mencoba menyampaikan sedikit pengalaman saya dalam pekerjaan saya... :)
minggu ini baru saja saya ditegur oleh bagian SDM, sehubungan dengan absensi saya yang sudah sangat kacau sekali.. hehehe.. Seperti yang saya telah tulis sebelumnya, memang bekerja di salah satu instansi pemerintah yang berada di daerah bukanlah hal yang saya sukai, ditambah lagi ada beberapa halangan yang menyebabkan saya terpaksa datang terlambat atau bahkan tidak hadir ke kantor. Hal tersebut menyebabkan kondisi absen saya semakin berantakan disini..
Memang salah saya karena tidak memberitahu bagian yang bersangkutan dalam ketidakhadiran saya, namun buat saya bukanlah masalah karena pada kenyataannya datang maupun tidak saya tetap bukanlah orang yang dibutuhkan disini.. namun kenyataan yang demikian tidak membuat orang-orang sini menjadi lebih bijak untuk melepaskan saya (pindah .red) ke tempat yang lebih membutuhkan saya dan membuat saya lebih maju.. aneh..
dalam "pengarahan" yang diberikan oleh bagian yang bersangkutan, saya menangkap hal-hal yang sangat "lucu" sekali.. mungkin hal ini disebabkan oleh pola pikir yang berbeda, atau mungkin disebabkan karena puncak kekesalan yang sangat kepada saya, sehingga apa yang saya lakukan maupun yang saya ucapkan menjadi salah..
berikut saya coba mengulas kembali beberapa bagian yang "lucu" dalam "pengarahan" yang diberikan kepada saya:
1. Dalam penjelasan secara tertulis, saya mengucapkan kata "beliau" untuk menunjuk kepada kepala bagian yang bersangkutan. Menurut beliau hal tersebut dianggap tidak sopan karena "beliau" itu merujuk kepada seseorang yang setara/teman. Padahal dalam kamus KBBI maupun wiktionary, "beliau" menunjukkan tingkat kehormatan kepada orang yang lebih tinggi baik pangkat maupun usia.. sangat lucu sekali, mungkin pelajaran bahasa indonesia yang kami dapat sangat berbeda dahulu.
2. Membandingkan saya dengan orang lain yang tidak "apple to apple".. saya sempat mengungkapkan bahwa saya tidak merasa nyaman untuk bekerja disini.. menurut saya, ungkapan perasaan adalah hal yang wajar daripada saya pendam.. faktor perjalanan menjadi kondisi yang memberatkan saya.. Bagian yang lucu adalah beliau membandingkan saya, pekerja muda, 24 tahun. dengan suami beliau yang jauh lebih tua.. dengan kondisi yang berbeda.. saya datang ke kantor ini, hanya untuk mengerjakan pekerjaan yang saya dapat dari tempat lain, dimana sebenarnya saya bisa melakukan pekerjaan tersebut dimanapun.. disini saya tidak medapatkan sesuatu baik berupa ilmu maupun materi.. yang saya dapatkan dapatkan antara lain: capek, suntuk, makan hati, dan jumlah pendapatan yang -3000 setiap harinya.. sedangkan orang yang dirujuk beliau memiliki tujuan dan hasil yang berbeda di tempat bekerjanya.. Saya rasa perbandingan yang tidak perlu ini tidak usah diungkapkan karena hanya menimbulkan pemikiran bahwa beliau tidak menguasai arti dari "comparison"
3. Pekerjaan yang saya lakukan adalah salah jika tidak sesuai tugas pokok dan fungsi.. lucu sekali.. sumbangsih pemikiran dianggap tidak perlu.. saya hanya mencoba melontarkan sesuatu yang saya anggap akan berguna buat kepentingan kantor ini.. Namun hal itu dianggap salah besar.. padahal kalau saya melakukannya di tempat lain mungkin bisa menjadi wacana yang berarti untuk kemajuan perusahaan.. Jadi disini pekerjaan akan dianggap sia-sia bila tidak sesuai tugas pokok dan fungsi...
4. Fokus pada pekerjaan yang menghasilkan (produktif) dianggap tidak lebih penting dari jumlah kehadiran di kantor.
Mungkin ini yang bisa saya ingat pada "pengarahan" yang diberikan kepada saya. bukanlah hal yang penting untuk dijabarkan hanya saja saya mencoba membandingkan secara "apple to apple", antara pemikiran orang daerah dan orang pusat pada instansi yang sama..
Semoga pada saat saya menjadi pemimpin nanti, saya bisa lebih bijak daripada orang-orang disini saat ini.. aamiin..
-I'm Cool and Awesome-
--Aries Karyadi--
0 komentar:
Poskan Komentar