Mengenai Saya

Foto Saya
Ais - SD Kartika II-5 - SLTP N 2 Bandar Lampung - SMA N 2 Bandar Lampung - M'04 Institut Teknologi Bandung - Ministry of Industry

Rabu, 26 Oktober 2011

Lucunya pegawai daerah...

Siang bloggers sekalian,

sekali lagi saya mencoba menyampaikan sedikit pengalaman saya dalam pekerjaan saya... :)

minggu ini baru saja saya ditegur oleh bagian SDM, sehubungan dengan absensi saya yang sudah sangat kacau sekali.. hehehe.. Seperti yang saya telah tulis sebelumnya, memang bekerja di salah satu instansi pemerintah yang berada di daerah bukanlah hal yang saya sukai, ditambah lagi ada beberapa halangan yang menyebabkan saya terpaksa datang terlambat atau bahkan tidak hadir ke kantor. Hal tersebut menyebabkan kondisi absen saya semakin berantakan disini..

Memang salah saya karena tidak memberitahu bagian yang bersangkutan dalam ketidakhadiran saya, namun buat saya bukanlah masalah karena pada kenyataannya datang maupun tidak saya tetap bukanlah orang yang dibutuhkan disini.. namun kenyataan yang demikian tidak membuat orang-orang sini menjadi lebih bijak untuk melepaskan saya (pindah .red) ke tempat yang lebih membutuhkan saya dan membuat saya lebih maju.. aneh..

dalam "pengarahan" yang diberikan oleh bagian yang bersangkutan, saya menangkap hal-hal yang sangat "lucu" sekali.. mungkin hal ini disebabkan oleh pola pikir yang berbeda, atau mungkin disebabkan karena puncak kekesalan yang sangat kepada saya, sehingga apa yang saya lakukan maupun yang saya ucapkan menjadi salah..

berikut saya coba mengulas kembali beberapa bagian yang "lucu" dalam "pengarahan" yang diberikan kepada saya:
1. Dalam penjelasan secara tertulis, saya mengucapkan kata "beliau" untuk menunjuk kepada kepala bagian yang bersangkutan. Menurut beliau hal tersebut dianggap tidak sopan karena "beliau" itu merujuk kepada seseorang yang setara/teman. Padahal dalam kamus KBBI maupun wiktionary, "beliau" menunjukkan tingkat kehormatan kepada orang yang lebih tinggi baik pangkat maupun usia.. sangat lucu sekali, mungkin pelajaran bahasa indonesia yang kami dapat sangat berbeda dahulu.
2. Membandingkan saya dengan orang lain yang tidak "apple to apple".. saya sempat mengungkapkan bahwa saya tidak merasa nyaman untuk bekerja disini.. menurut saya, ungkapan perasaan adalah hal yang wajar daripada saya pendam.. faktor perjalanan menjadi kondisi yang memberatkan saya.. Bagian yang lucu adalah beliau membandingkan saya, pekerja muda, 24 tahun. dengan suami beliau yang jauh lebih tua.. dengan kondisi yang berbeda.. saya datang ke kantor ini, hanya untuk mengerjakan pekerjaan yang saya dapat dari tempat lain, dimana sebenarnya saya bisa melakukan pekerjaan tersebut dimanapun.. disini saya tidak medapatkan sesuatu baik berupa ilmu maupun materi.. yang saya dapatkan dapatkan antara lain: capek, suntuk, makan hati, dan jumlah pendapatan yang -3000 setiap harinya.. sedangkan orang yang dirujuk beliau memiliki tujuan dan hasil yang berbeda di tempat bekerjanya.. Saya rasa perbandingan yang tidak perlu ini tidak usah diungkapkan karena hanya menimbulkan pemikiran bahwa beliau tidak menguasai arti dari "comparison"
3. Pekerjaan yang saya lakukan adalah salah jika tidak sesuai tugas pokok dan fungsi.. lucu sekali.. sumbangsih pemikiran dianggap tidak perlu.. saya hanya mencoba melontarkan sesuatu yang saya anggap akan berguna buat kepentingan kantor ini.. Namun hal itu dianggap salah besar.. padahal kalau saya melakukannya di tempat lain mungkin bisa menjadi wacana yang berarti untuk kemajuan perusahaan.. Jadi disini pekerjaan akan dianggap sia-sia bila tidak sesuai tugas pokok dan fungsi...
4. Fokus pada pekerjaan yang menghasilkan (produktif) dianggap tidak lebih penting dari jumlah kehadiran di kantor.

Mungkin ini yang bisa saya ingat pada "pengarahan" yang diberikan kepada saya. bukanlah hal yang penting untuk dijabarkan hanya saja saya mencoba membandingkan secara "apple to apple", antara pemikiran orang daerah dan orang pusat pada instansi yang sama..

Semoga pada saat saya menjadi pemimpin nanti, saya bisa lebih bijak daripada orang-orang disini saat ini.. aamiin..

-I'm Cool and Awesome-
--Aries Karyadi--

Selasa, 04 Oktober 2011

1 month to go..

Malam bloggers sekalian,

Sudah lama saya tidak berbagi cerita di blog ini, saat ini saya sangat sibuk dalam mengurus acara pernikahan saya yang tinggal 1 bulan lagi..huff..

Sedikit berbagi pengalaman mungkin dalam blog ini.. saya melamar kekasih saya pada tanggal 27 Maret 2011..  Dan dalam lamaran tersebut telah diputuskan bahwa acara akad akan dilaksanakan pada tanggal 11 November 2011... (tanggal yang unik bukan? 11-11-11).. serta acara resepsi akan dilaksanakan 2 kali yakni di bandung dan di lampung.. 8 bulan untuk mengurusi pernikahan adalah waktu yang relatif lama, namun tetap saja cepat berlalu.. dan pada saat ini, tinggal 1 bulan lagi waktu tersisa untuk mempersiapkan semuanya... hehehe..

apa saja yang sudah saya persiapkan? saya akan coba jabarkan satu per satu..
1. Gedung
Tanggal cantik tersebut bukan hal yang sengaja untuk di-set... tanggal cantik tersebut muncul pada saat saya mencari gedung untuk pernikahan dan tanggal yang kosong untuk acara resepsi adalah tanggal 13 november 2011.. pada saat itu, kami berpikir bahwa 2 hari sebelumnya (11-11-11) merupakan tanggal yang unik dan mudah diingat untuk menikah sehingga kedua belah pihak memutuskan untuk melaksanakan akad pada tanggal unik tersebut.. hehehe...
Apakah gedung yang membuat saya beruntung menikah pada tanggal unik tersebut? Gedung ini adalah sekase atau yang sekarang disebut dengan Gedung keuangan Negara.. Gedung ini terletak tepat di sebelah savoy homann dan di seberang grand preanger.. (patokan yang sangat mudah diingat).. Untuk melaksanakan resepsi di sini, harga yang diberikan adalah 8 juta rupiah, namun bila ada hubungan kekerabatan dengan orang keuangan maka dapat dinego menjadi 6 juta rupiah.. Gedung ini cukup unik, memiliki arsitektural yang bagus sekali.. let's see when it'll be decorated in my reception.. semoga dapat tampil mengesankan..

2. Catering
Pernak pernik pernikahan adalah hal yang sangat ribet untuk diurus.. mungkin wedding organizer dapat menjadi option untuk membantu kita dalam mengurus hal-hal tersebut sampai detail.. Pada pernikahan saya, saya menggunakan Tiens Catering Bandung.. hal yang saya sukai adalah wedding organizer dapat mengurusi semuanya dari mulai makanan, make up, pakaian, video shooting, dll untuk acara akad dan resepsi.. Saya sangat merasa aman setelah mengetahui bahwa tiens catering dapat menghandle keseluruhan acara tersebut.. hal lain yang tinggal saya pikirkan adalah pernak pernik di luar acara tersebut, seperti: undangan, souvenir, pre wedding, dkk yang akan dibahas lebih lanjut..
Untuk paket yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari 50 juta rupiah hingga 80 juta rupiah.. harga yang cukup bersaing mengingat WO ini menghandle seluruh rangkaian acara (termasuk dengan acara adat sunda).. Sampai saat ini saya berpikir, WO adalah pilihan yang tepat terutama bagi kami yang mengurusi pernikahan di kota yang berbeda... :D

3. Undangan
Untuk undangan, kami memilih untuk mencetak di sam arista, Bandung.. Tempat cetak undangan ini bagus sekali, sehingga sesuai bila memasang harga yang relatif lebih mahal dari tempat lain.. Pelayanan yang diberikanpun sangat baik.. Kami sempat meng-edit 2 kali dummy undangan sebelum akhirnya dicetak massal.. Untuk undangan ini, harga yang diberikan adalah 8500/exp..

4. Souvenir
Ada 2 buah souvenir yang dipesan.. Souvenir untuk siraman dan souvenir untuk resepsi.. Untuk acara resepsi, kami berkeliling di cibadak, dan mendapatkan bentuk tempat tissue yang cukup bagus.. harga yang ditawarkan adalah 4.000/buah sudah termasuk cap yang mencantumkan nama pengantin dan tanggal resepsi..
Sedangkan untuk siraman kami memesan handuk dengan bordir nama pengantin.. handuk ini dibandrol dengan harga 10.000/buah..

5. Mas Kawin dan Seserahan
Mas kawin dan seserahan ini adalah hal yang akan diberikan kepada pihak wanita pada saat acara akad pernikahan.. bentuk dan isi dari mas kawin dan seserahan biasanya diserahkan kepada pihak wanita karena akan digunakan oleh mereka..
Beberapa hal yang diminta untuk menjadi mas kawin oleh kekasih saya tersebut antara lain:
a. Mukena berbahan sutra (ini kami cari di tanah abang mengingat pilihannya yang beragam)
b. Emas 11 gram (beruntung saya membeli emas-emas ini sebelum harganya menjadi labil karena krisis eropa)
c. Uang senilai Rp 111.111,-... Uang ini terbagi dalam 3 pecahan Rp 1, Rp 100 dan Rp 10.000 masing-masing sebanyak 11 lembar.. Pecahan kuno Rp 1 dan Rp 100 saya dapatkan di ITC kuningan, sedangkan pecahan Rp 10.000 masih beredar.. Pada awalnya saya ingin sekali membentuk uang ini dalam bentuk plakat, namun karena jumlahnya yang banyak, harga plakat ini menjadi mahal sekali (kenapa tidak dibuat dalam 6 pecahan saja yah).. pada akhirnya saya memutuskan untuk menghias mahar uang ini bersama-sama dengan seserahannya..

6. Pre Wedding
Untuk Pre Wedding, kami menggunakan "aku dan dia photography".. Para photographer ini telah digunakan oleh teman sekantor saya untuk pre wedding mereka, dan saya menyukai hasilnya.. Foto yang saya inginkan adalah nuansa ceria dan cerah, dengan nuansa natural dan tidak terlalu banyak editan yang mencolok.. Setelah berbicara dengan sang photografer, mereka menyetujui untuk mengambil gambar di 4 tempat yaitu: suasana kantor (indoor dan outdoor), lapangan tenis, UPH dan Nanny's pavilion di pacific place.. Untuk UPH, memakan biaya tempat sebesar Rp 35.000/orang dalam bentuk voucher makan, dan untuk nanny's pavilion sendiri minimum order sebesar Rp 500.000.. Saya sendiri merasa puas dalam prosesnya, semoga hasilnya nanti akan setelah dicetak dan diberi frame..

Sejauh ini, begitulah kira-kira persiapan pernikahan saya.. Semoga akan berjalan lancar tanpa halangan.. Aamiin..

-I'm cool and awesome-
-- Aries Karyadi --

Kamis, 11 Agustus 2011

Life isn't fair, is it...??

Sore yang jingga mengiringi saat berbuka puasa 1,5 jam lagi.. :D

Kembali saat ini saya mencoba berbagi pengalaman untuk ditulis disini.. Saat pembahasan resolusi 2011 tahun kemarin, saya mengungkapkan bahwa satu keinginan saya adalah pindah ke kantor pusat di Jakarta. Hal tersebut sangat saya idamkan.. Dan beberapa pihak sempat menawarkan saya untuk pindah ke unitnya. Namun entah karena memang belum rezeki atau memang nasib saya sangat buruk untuk ditempatkan di kota bogor ini, maka kesempatan itu belum bisa saya ambil.. Yah hal itu dikarenakan oleh berbagai macam alasan dari atasan saya yang menurut saya bukan hal fundamental untuk mempertahankan saya lebih lama di balai ini..

Sudah 1,5 tahun saya berada di balai ini.. Tanpa adanya penambahan ilmu, pekerjaan yang penting atau sesuatu yang bisa saya kerjakan yang dapat membuat saya bangga ada di sini... semua itu tidak ada.. untuk meneruskan hidup dan mempertahankan otak saya agar tidak kosong, saya mencoba mengerjakan berbagai hal di luar kantor ini.. berat memang, tapi ya seperti inilah hidup...

Tidak ada yang tahan dengan kondisi yang demikian, sayapun telah mencapai batas kesabaran saya dari berbulan-bulan yang silam.. namun selalu ada secercah harapan untuk pindah ke kantor pusat sehingga saya mengurungkan niat saya untuk keluar dari sini.. namun lagi-lagi atasan saya yang begitu "baik" berusaha mempertahankan saya untuk berada disini dengan berbagai cara.. tanpa mengetahui ataupun mencari tahu apa yang saya inginkan..

Saat ini sudah 1,5 tahun saya bersabar dan titik kesabaran saya sudah habis pada saat saya melihat teman seangkatan saya dengan mudahnya pindah ke tempat yang saya inginkan.. life isn't fair...
Saat saya mengetahui hal tersebut, berbagai manuver saya lakukan supaya dapat pindah kembali ke kantor pusat dan saya mentargetkan pada akhir tahun ini saya akan pindah ke Jakarta, baik dengan cara pindah ke pusat ataupun Mencari Pekerjaan lain di Jakarta.. Yang pasti awal tahun depan saya tidak ingin berada disini.. tempat ini tidak membuat saya berkembang menjadi lebih baik..

-I'm cool and awesome-
--Aries Karyadi--

Minggu, 31 Juli 2011

PNS vs Swasta

Menjadi PNS atau karyawan swasta selalu menjadi perdebatan tersendiri.. Dan setiap orang selalu memiliki opini masing-masing mengenai hal tersebut. Kemarin saya baru saja berbincang dengan salah seorang dosen UI fakultas hukum. Saya bertanya kepada beliau : "mengapa anda ingin menjadi dosen?". Dan beliau bercerita singkat mengenai pilihannya tersebut. 

Pilihan menjadi PNS atau karyawan swasta adalah pilihan pribadi setiap orang. namun satu hal yang perlu ditekankan bahwa dengan bekerja sebagai PNS maupun karyawan swasta, individu tersebut "tidak mungkin" untuk menjadi "kaya raya".. mengapa ditekankan demikian? para pekerja memiliki penghasilan yang cenderung tetap dengan nilai kebutuhan yang terus bertambah.. hehehe.. hal ini berbeda dengan pengusaha yang memiliki penghasilan yang "dapat diatur".. (hehehe)... Pengusaha adalah jalan lurus untuk menjadi kaya raya.. dan  itu tidak mustahil.. jadi bagi anda sekalian yang ingin menjadi kaya raya silahkan menjadi pengusaha...

Pada cerita ini saya tidak membahas way to be entrepreneur.. Hal ini bukan kapasitas saya dalam membahas hal tersebut saya bukanlah orang yang tepat untuk berada di zona pengusaha.. hal yang akan saya bahas adalah mengenai perbedaan kedua profesional ini.. PNS vs karyawan swasta..
saya tanyakan kepada beliau lagi mengapa memilih menjadi PNS daripada swasta yang notabene-nya penghasilan lebih besar dan fasilitas yang lebih baik..??

Saya mendapatkan metafor yang unik disini.. beliau mengatakan menjadi PNS itu ibarat menanam pohon beringin sedangkan menjadi karyawan swasta itu diibaratkan membangun sebuah tiang listrik.. apa maksudnya? membangun tiang listrik artinya pada fasa ini, para karyawan swasta memiliki penghasilan yang relatif jauh lebih tinggi dibanding PNS yang menanam pohon beringin yang sangat kecil pada saat tunas.. namun perbedaan akan terlihat pada 20 tahun mendatang.. apabila kita menjalani dengan serius dan profesional makan pohon beringin tersebut akan menjadi tinggi dan rindang serta daun yang lebat.. namun tiang listrik hanya akan berukuran seperti itu saja.. :).. metamor yang menarik bukan..??

 vs 

sebuah pertimbangan bagi teman-teman sekalian.. namun tetap saja dalam pekerjaan harus diimbangi dengan kemauan dan kerja keras.. bila kita serius dalam menggelutinya, dimanapun akan terasa nyaman bagi kita... dalam bekerja yang paling utama adalah kenyamanan bukan..?? 


-i'm cool and awesome-
--Aries Karyadi--

Selasa, 05 Juli 2011

Ikatan Alumni

Siang bloggers sekalian,


Baru-baru ini mencuat kasus penjualan IPad oleh 2 orang Alumni dari Almamater saya (ITB.red).. Kasus ini menjadi perhatian khusus bagi alumnus kami dikarenakan mereka melakukan penjualan Ipad di forum kaskus.us dan menurut kami dan sebagian besar masyarakat Indonesia, hal tersebut tidaklah salah.


kronologis kasus tersebut adalah sebagai berikut:

"Pengacara Dian dan Randy, Virza Roy Hizzal, menuturkan pada awalnya Randy pergi ke Singapura dengan keluarga besarnya. Dalam tamasya itu, masing-masing anggota keluarga membeli iPad. Karena sudah memiliki pekerjaan tetap, ia hanya iseng menjual koleksi iPad-nya.

Randy lalu menjual 2 iPad itu kepada Dian, masing-masing iPad 16 Gb seharga Rp6,6 juta dan iPad 64Gb seharga Rp8,5 juta. Randy mendapat keuntungan Rp300-400 ribu dari penjualan itu. Dian lalu menjual 2 iPad itu melalui situs kaskus dengan mengambil keuntungan sekitar Rp150 ribu dari harga yang dijual Randy.
Penjualan itu dilakukan oleh istri Dian, yang membuka penawaran di kaskus. "Jadi Dian menawarkan 2 iPad itu melalui istrinya" ujar dia saat dihubungi VIVAnews, Sabtu, 2 Juli 2011.

Penawaran itu berhasil menarik minat pembeli yang ternyata polisi. Bahkan keduanya sempat bertukar nomor handphone dan pin BlackBerry. Sang pembeli itu menanyakan apakah Dian memiliki 8 unit iPad.

Karena hanya menjual 2 iPad, Dian lalu menghubungi Randy yang memiliki beberapa unit iPad lagi. Akhirnya mereka sepakat bertemu di Plaza Citiwalk pada 24 November 2010. Dian dan Randy membawa 8 unit iPad sesuai pesanan.
Di awal pertemuan, pembeli itu masih belum mengakui identitasnya. Ketika mereka memeriksa barang, sang pembeli menanyakan apakah ada buku manual berbahasa Indonesia, keduanya mengatakan tidak ada. Dian dan Randy lalu ditangkap oleh Polda Metro Jaya bersama 8 barang bukti iPad.

Sebelum ditangkap, polisi menanyakan lokasi kantor Dian. Petugas lalu menggeledah kantornya.
Namun Polisi tidak menemukan adanya iPad karena perusahaan Dian bukan bergerak di bidang elektronik. Kemudian mereka digelandang ke Polda Metro Jaya.
Kena Dakwaan
Selama dilakukan proses pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), keduanya tidak ditahan karena memiliki identitas jelas dan kooperatif. Keduanya didakwa Pasal 8 ayat 1 huruf J UU No 8/1999 mengenai Perlindungan Konsumen dan Pasal 52 junto ayat 32 no 36/1999 tentang Telekomunkasi.

Ketika BAP sudah lengkap dan dialihkan ke Kejaksaan, keduanya lalu ditahan pada 3 Mei 2011. Alasannya, mereka melanggar Pasal 8 ayat 1 huruf J UU No 8/1999 mengenai Perlindungan Konsumen. Ancamannya ditahan dan sanksi maksimal 5 tahun.

Sidang tahap pertama terjadi pada Selasa, 28 Juni 2011 dengan agenda pembuktian saksi. Dalam sidang itu menghadirkan polisi yang menangkap Dian dan Randy. Sidang selanjutnya akan dilakukan pada 5 Juli 2011.

Firza mengatakan mereka tidak memiliki tujuan khusus menjual iPad dari luar negeri. Keduanya memiliki pekerjaan tetap.
"Tujuannya hanya iseng saja, karena Randy sering bepergian ke luar negeri ya sambilan saja menjual barang elektronik" ujar Firza."


Mengapa kasus tersebut sedemikian menarik perhatian saya. Saat kedua alumnus tersebut ditangkap, forum milis Ikatan Alumni ITB (saya termasuk salah satu anggotanya) segera membahas hal tersebut. Setiap alumni mengemukakan pendapatnya serta memberikan bantuan baik berupa bantuan hukum maupun bantuan semangat. Hal tersebut dilakukan baik dari angkatan senior maupun angkatan junior. Saya sangat merasakan nuansa kekeluargaan yang sangat erat di dalam ikatan alumni ini. Pada saat persidangan pun, 47 orang alumni hadir dan memberikan tanda tangannya untuk menjamin kedua alumnus ini agar dapat dibebaskan. 



Saya hanya berperan sebagai penyimak, tetapi hati saya sangat bangga sekali memiliki alumni yang demikian kompaknya. Saya rasa Dian dan Randy merasakan yang lebih daripada saya. Kebanggaan memiliki satu almamater berlambang gajah yang kekeluargaannya tidak hanya ada di dalam kampus. Ini merupakan satu dari sekian banyak momen yang membuat saya bangga menjadi salah satu alumninya...


Saya pribadi berharap agar kekeluargaan ini dapat dipertahankan terus menerus. Dengan makin banyaknya alumni ITB di Indonesia, saya berharap saya dapat memiliki ribuan keluarga di luar sana. Saya bangga memiliki cap gajah dalam ijasah dan hati saya..


Demi Tuhan, Bangsa dan Almamater..


-I'm Cool and Awesome-
--Aries Karyadi--

Minggu, 19 Juni 2011

Nyaman...

istilah ini sering digunakan oleh para blogger sekalian pada saat blogger dalam kondisi yang steady dan tidak ingin untuk lepas dari kondisi tersebut.. Atau dengan kata lain bloggers sekalian berada di daerah "comfort zone" masing-masing..

Setiap orang memiliki daerah comfort zone-nya masing-masing, comfort zone anda dapat berupa materi yang cukup banyak, dekat dengan tempat hiburan favorit maupun dekat dengan orang yang terkasih.. Setiap orang tentu saja memiliki hak yang sama untuk berada di comfort zone yang diinginkan dan tidak ada satupun statement yang dapat menyalahkan anda sekalian.. mengapa? karena selama anda merasa nyaman dan tidak mengganggu orang lain, comfort zone tersebut layak untuk anda dapatkan..

Namun saya sendiri pun masih belum mencapai kondisi tersebut.. mengapa demikian? seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa saya saat ini bekerja di tempat yang sebenarnya tidak saya sukai (yah bisa dikatakan memang saya tidak memilih untuk ditempatkan di sini).. Dan sayapun memang tidak ingin selamanya berada di sini... Saya terus mencoba pindah dari tempat saya bekerja saat ini baik dengan cara pindah, dipindahkan, atau memindahkan diri ke tempat yang menurut saya akan nyaman untuk saya... Beberapa kali saya mencoba untuk berpindah tempat untuk mencari comfort zone yang sesuai dengan saya..

Katakanlah gambaran comfort zone adalah seperti ini...

Pada saat ini saya berada di dalam lingkaran tersebut.. Dan tentu saja baik dengan ego maupun logika saya, saya harus memperbesar comfort zone  saya dengan cara apapun.. Sayapun saat ini sedang berada dalam proses pemekaran tersebut, dengan proses hanya untuk berpindah tempat agar mendapatkan kenyamanan yang saya idamkan (katakanlah ada di luar lingkaran tersebut).. Namun terkadang, memang proses pemekaran comfort zone tidak semudah yang dibayangkan, bahkan terkadang mungkin saja menambah variable yang dapat mengganggu comfort zone yang ada... Apa yang terjadi??

1. Banyak yang mulai tidak menyukai saya dan cara saya tersebut.. 
Ada beberapa orang yang mulai tidak suka pada saya di tempat tujuan saya.. entah karena alasan apapun, namun bagi saya tidak logis bila anda tidak menyukai seseorang yang tidak anda kenal bukan?? mengapa mereka harus membenci saya dan sistem saya padahal saya sendiri tidak merusak comfort zone mereka.. Yah, semoga mereka cepat sadar bahwa saya tidak berupaya untuk mengganggu mereka melainkan untuk memperjuangkan cita2 saya sendiri... Tapi untuk hal ini, saya tidak mempedulikannya.. mengapa? bagi saya, mempedulikan mereka hanya akan menghabiskan energi saya.. dan tidak ada untungnya pula kan..?

2. Ada tekanan dari tempat saya sekarang untuk tetap pada posisi saya sekarang..
Ini yang menarik untuk saya.. setiap orang disini selalu berkata "disini saja" "kamu harus mencintai pekerjaan kamu" "kamu mesti blablabla"... tidakkah mereka berpikir apakah mereka akan melakukan hal yang serupa bila dalam posisi saya sekarang..?? hal yang bodoh jika kita terus berusaha agar berada di tempat yang tidak nyaman bukan..

dan banyak lagi hal yang terjadi dalam prosesnya.. Namuan inilah proses, setiap langkahnya akan ada hambatan dan tantangan.. namun seharusnya itu tidak menjadi hal yang mencegah kita mendapatkan comfort zone yang kita inginkan.. seperti yang saya katakan sebelumnya, baik dengan cara pindah, dipindahkan, atau memindahkan diri saya akan keluar dari tempat ini.. entah mendapatkan tempat tujuan yang saya inginkan atau mencari comfort zone baru yang saya sukai... ingat, berpindah tempat bukan berarti meninggalkan comfort zone kita saat ini, namun bisa jadi memperbesar comfort zone yang telah kita raih..

-I'm cool and awesome-
-- Aries Karyadi--

Rabu, 08 Juni 2011

Pengalaman membuat paspor di bogor...

Pagi bloggers sekalian,

Siang ini saya akan membagikan pengalaman saya membuat paspor.. Mungkin banyak dari bloggers sekalian yang sudah membuat paspor, namun tentu saja pengalaman setiap orang di setiap tempat akan berbeda-beda.. Berikut saya coba ceritakan hal-hal yang saya alami di kantor imigrasi kota bogor saat saya membuatkan paspor..

Jauh hari sebelum saya datang ke kantor imigrasi bogor, saya telah mengajukan permohonan secara online melalui www.imigrasi.go.id.. Penggunaan permohonan aplikasi ini adalah hal yang baru diterapkan kantor imigrasi namun hal ini dapat membuat proses aplikasi menjadi lebih cepat dan simple (walaupun tetap akan terasa lama juga)...
Melalui Aplikasi online ini saya memasukan data diri saya dan berkas yang sudah saya scan sebelumnya, setelah itu bukti pemasukan permohonan online akan muncul dan kemudian harus di print untuk dibawa ke kantor imigrasi..


Keesokan harinya saya datang ke kantor imigrasi, saya terlebih dahulu saya membeli map kuning disana. Map kuning ini berisikan surat pernyataan dengan materai 6000 yang sudah ditempelkan, sampul paspor dan map kuning dengan lambang imigrasi). kemudian sayapun melampirkan fotokopi berkas yang sudah saya scan yaitu fotokopi KTP (dalam kertas A4), ijasah, KK dan akte kelahiran kepada petugas di meja penerima berkas. setelah itu sayapun disuruh menunggu sementara berkas saya dalam proses pemasukan.



Setelah berkas dimasukan seharusnya anda akan mendapatkan nomor antrian dalam waktu yang rela
tif tida
k lama.. Namun, nama saya pun tidak kunjung dipanggil oleh para petugas. Setelah 2 jam saya menunggu, sayapun bertanya kepada petugas apakah berkas saya ada masalah atau tidak (s
eharusnya saya menanyakan ini 1,5 jam sebelumnya, maklumlah saya masih awam). Setelah dicari oleh para petugas, ternyata berkas saya tidak ditemukan dalam kumpulan berkas yang ada. Sayapun bingung, karena apabila saya mengulang proses kembali maka kemungkinan besar saya akan wawancara dan foto biometric esok hari. Maka petugaspun memberi solusi dengan memberikan nomor atrian pagi kepada saya (wah ternyata ada nomor antrian yang disimpan lho, untuk jaga-jaga bila ada pemohon seperti saya mungkin :p) dan saya disarankan mengulang proses dari awal yaitu membeli map kuning (terpaksa saya membeli map kuning 2 kali). Kemudian berkas sayapun masuk dan karena saya mendapatkan nomor antrian pagi, maka sayapun langsung dipanggil untuk melakukan pembayaran (hehe, yang ini cukup kilat).

Proses selanjutnya adalah wawancara dan foto biometric, disinilah antrian yang cukup panjang dan lama terjadi. Saat saya selesai pembayaranpun, nomor antriannya berjarak 50 orang.

Kemudian sayapun menunggu di ruang tunggu, saya menunggu selama 4 jam baru setelah itu saya mendapatkan giliran untuk wawancara dan foto (sangat terasa sekali karena baterai handphone dan laptop saya mati sehingga tidak bisa menghibur diri). Setelah itu, sayapun diwawancara. sebenarnya proses wawancara dan foto ini tidak terlalu berbelit, kita hanya ditanyakan maksud pembuatan paspor dan kemudian petugas akan melakukan verifikasi berkas kita dengan aslinya. Disinipun saya mendapatkan sedikit masalah karena RT/RW saya berbeda antara KK dan KTP. untuk penyelesaiannya, petugaspun meminta saya membawa surat keterangan dari kelurahan mengenai hal tersebut.

Oke, maka proses permohonan pun beres setelah selesai wawancara dan foto. Petugas kemudian memberitahukan saya bahwa paspor saya akan selesai 4 hari kemudian dan bisa diambil diatas pukul 13.00.

Cukup melelahkan juga ternyata proses pembuatan paspor ini, namun saya cukup senang dengan pelayanan petugas yang cukup baik walaupun ada beberapa juga yang masih "bermain" di kantor ini. Oh iya, untuk pembuatan paspor ini saya menghabiskan dana sekitar 300 ribu rupiah dengan rincian : pembuatan paspor 255rb, pembelian map kuning 2x15rb (gara-gara berkas hilang), mie ayam 8rb dan teh botol 2x3rb..

bagi yang akan membuat paspor di bogor, silahkan lakukan sesuai prosedur yang benar. Tidak ribet kok..

Salam hangat,

-i'm cool and awesome-
--Aries Karyadi--

Tampilan slide

Loading...